IP DAN IP ADDRESS

IP atau sering disebut juga dengan TCP/IP adalah sekelompok protokol yang bertugas untuk mengatur komunika data komputer di dalam dunia internet. Ribuan bahkan jutaan komputer yang terhubung ke internet dapat berkomunikasi satu dengan yang lainnya menggunkan protokol ini. Karena IP memiliki bahasa yang sama maka perbedaan jenis komputer atau software yang digunkan ini tidak aakan menjadi sebuah masalah dalam berkomunikasi dalam dunia internet.

IP (Internet Protocol) secara bahasa yang lebih di sederhanakan adalah sebuah kode pengenal dari sebuah komputer pada jaringan, IP merupakan komponen utama dan sangat vital dalam internet. Karena tanpa adanya IP ini seseorang tidak dapat terhubung ke internet, sebuah komputer yang terhubung ke internet setidaknya harus meiliki satu buah alamat IP dan alamt IP tersebut tidak boleh ada komputer/sever/perangkat jaringan lainnya yang meiliki alamat IP yang sama karena dapat berakibat tidak dapatnya user terkoneksi ke dalam internet.

Sebuah alamat IP terdiri atas sebuah angka biner 32-bit, yang menggambarkan lokasi jaringan hingga komputer dalam jaringan tersebut yang harus dicapai. Dari sanalah Router memilih jalur yang paling menguntungkan. Artinya, Internet menentukan sendiri jalan “melalui” banyak jaringan yang tergabung antara dua tempat, sehingga hampir tak mungkin merusak media komunikasi ini. Bila misalnya sebuah kabel penghubung rusak oleh pekerjaan galian tanah, INTERNET mengalihkan pengiriman paket ke jalur lain. Hal ini disebut Dynamic Rerouting.

ip address iconSumber Gambar:

http://1.bp.blogspot.com/-GjTFJyERBas/UZ9DSfsw_BI/AAAAAAAAAck/0SQb-NUoMC0/s320/ip+address+icon.PNG

IP Address (Internet Protocol Address)

Alamat IP atau IP Address pada awalnya adalah sederetan bilangan biner sebanyak 32 bit yang dipakai utnuk mengidentifikasikan host pada jaringan. Prinsip kerja yang dimiliki oleh IP Addressi ini adalah paket-paket yang membawa data dimuati oleh alamat IP dari komputer pengirim kepada alamat IP pada komputer yang akan dituju, kemudian data-data tersebut dikirim ke dalam jaringan. Paket ini kemudian dikirim dari router ke router dengan berpedoman pada alamat IP tersebut menuju komputer yang dituju.

IP address yang meiliki jumlah sekitar 4 milyar dibagi kedalam lima buah kelas IP yaitu kelas A, B, C, D dan E, masing-masing kelas tersebut miliki spesifikasi yang berbeda-beda seperti yang terlihat pada tabel berikut ini.

Tabel 1. Pembagian Kelas IP Address

Kelas

Set Bit

Range kelas

Network ID

A

Bit pertama   :  0

0 – 127

8

B

2 bit pertama :  10

128 – 191

16

C

3 bit pertama :  110

192 – 223

24

D

4 bit pertama :  1110

224 – 247

28

·      Pengalokasian IP Address

IP Address terdiri atas dua bagian network ID dan host ID. Bagian netwrok ID adalah untuk menunjukkaan nomer dari jaringan dan seangkan bagian host ID untuk mengidentifikasikan host dalam satu jaringan. Alokasi IP address ini pada dasarnya adalah proses untuk memilih network ID dan host ID yang tepat untuk sebuah jaringan internet.

Terdapat beberapa peraturan dasar dalam menentukan netwrok ID dan host ID yang hendak digunakan, aturan tersebut adalah sebagai berikut.

·      Network ID tidak boleh sama dengan 127. Network ID 127 secara default digunakan sebagai alamat loopback yakni IP address yang digunakan oleh suatu komputer untuk menunjuk dirinya sendiri.

·      Network ID dan host ID tidak boleh sama dengan 255 . Network ID atau host ID 255 akan diartikan sebagai alamat broadcast. ID ini merupakan alamat yang mewakili seluruh jaringan.

·      Network ID dan host ID tidak boleh sama dengan 0. IP address dengan host ID 0 diartikan sebagai alamat network. Alamat network digunakan untuk menunjuk suatu jaringan bukan suatu host.

·      Host ID harus unik dalam suatu network. Dalam suatu network tidak boleh ada dua host yang memiliki host ID yang sama.

 

IP address secara default dapat dibagi menjadi tiga, yaitu sebagai berikut:

1.  Gateway / Router

Gateway adalah suatu perangkat komputer yang memiliki minimal dua buah antarmuka jaringan untuk menghubungkan dua buah jaringan atau lebih. Gateway / Router bertanggung jawab untuk mengatur lalu lintas paket data antar jaringan, maka di dalamnya dipasangi oleh sebuah mekanisme pembatasan atau pengamanan paket-paket data tersebut. Mekanisme tersebut dikenal dengan firewall.

Firewall adalah suatu program yang dijalankan dalam gateway / router yang bertugas untuk memeriksa setiap paket data yang lewat kemudian membandingkannya dengan aturan yang diterapkan dan akhirnya memutuskan apakah paket data tersebut akan diteruskan atau ditolak.

2. DIVERT (Mekanisme Diversi Paket Kernel)

Socket divert sebenarnya sama saja dengan socket IP biasa, kecuali bahwa socket divert bisa di bind ke port divert khusus lewat bind system call. IP address dalam bind tidak diperhatikan, hanya nomor port-nya yang diperhatikan. Sebuah socket divert yang dibind ke port divert akan menerima semua paket yang didiversikan pada port tersebut oleh mekanisme di kernel yang dijalankan oleh implementasi filtering. Mekanisme ini yang dimanfaatkan nantinya oleh Network Address Translator.

3. Broadcast

Alamat broadcast digunakan untuk mengirim / menerima informasi yang harus diketahui oleh seluruh host yang ada pada dalam sebuah jaringan. Setiap paket IP memiliki header alamat tujuan berupa IP address dari host yang akan dituju oleh paket tersebut, dengan adanya broadcast maka hanya host tujuan saja yang memproses paket tersebut.

·      IPv4 (Internet Protocol versi 4)

IPv4 merupakan standar alamat IP pertama dan yang sampai sekarang digunakan, alamt IP jenis ini yang secar umum untuk menyatukan berbagai perbedaan dalam penggunaan perangkat yang terhubung didalam jaringan. Protokol IPv4 tersebutlah yang sampai saat ini masih mendominasi dalam pemakainnya oleh masyarakat pada umumnya.

Pada IPv4 dapat dibagi menjadi tiga buah kelas yang tergantung dari besarnya bagian dari host.

1. Kelas A (bagian host sepanjang 24 bit, terdiri dari 16,7 juta host)

2. Kelas B (bagian host sepanjang 16 bit, terdiri dari 65534 host)

3. Kelas C (bagian host sepanjang 8 bit, terdiri dari 254 host)

Alasan pembagian kelas tersebut adalah untuk memudahkan sistem pengelolaan dan pengaturan alamat-alamat, memanfaatkan jumlah alamat yang ada secara optimum, memudahkan pengorganisasian jaringan di seluruh dunia dengan membedakan jaringan tersebut termasuk kategori besar, menengah atau kecil dan membedakan antara alamat untuk jaringan dan alamat untuk host / router.

Alamat Internet Protocol versi 4 atau IPv4 terbagi atas tiga buah jenis, yaitu sebagai berikut:

o  Unicast Address

Merupakan alamat IPv4 yang ditentukan untuk sebuah anatarmuka jaringan yang dihubungkan ke sebuah internetwork IP, alamat unicast digunakan dalam komunikasi point-to-point atau one-to-one.

o  Broadcast Address

Merupakan alamat IPv4 yang didesain agar diproses oleh setiap node IP dalam segmen jaringan yang sama. Alamat broadcast digunakan dalam komunikasi one-to-everyone.

o  Multicast Address

Merupakan alamat IPv4 yang didesain agar diproses oleh satu atau beberapa node dalam segmen jaringan yang sama atau berbeda. Alamat multicast digunakan dalam komunikasi one-to-many.

shutterstock_98826353

Sumber Gambar:

http://www.techweekeurope.co.uk/wp-content/uploads/2012/09/shutterstock_98826353.jpg

 

·       IPv6 (Internet Protocol Versi 6)

IPv6 atau Internet Protocol Versi 6 memiliki nama lain IPng (IP next generation), IPv6 pertama kali direkomendasikan pada tanggal 25 Juli di Toronto, Canada. Bersamaan dengan berlangsungnya IEFT, yang melatarbelakangi dibuatnya IPv6 adalah atas keterbatasannya pengalamat dengan menggunakan IPv4 yang saat ini memiliki panjang 32 bit itu dirasa tidak cukup menangani seluruh pengguna internet di masa yang akan datang.

IPv6 memiliki berbagai keunggulan dibandingkan dengan IPv4, keunggulan-keunggulan tersebut adalah sebagai berikut:

1. Automation Setting

Pada IPv6 ini memliki aplikasi Automation Setting yang memiliki fungsi untuk mengatur secara otomatis diaman telah disediakan secara standar dan merupakan default-nya. Pada pengaturan otomatis ini mempunyai dua cara tergantung dari penggunaan address-nya. Yaitu setting otomatis stateless dan statefull.

2. Setting Otomatis Stateless

Cara ini tidak perlu menyediakan server untuk pengelolaan dan pembagian IP address, hanya men-setting router saja dimana host yang telah tersambung dijaringan dari router yang ada pad jaringan tersebut memperoleh prefix alamat dari jaringan tersebut. Kemudian host menambah pattern bit yang diperoleh dari informasi yang unik terhadap host, lalu membuat IP address sepanjang 128 bit dan menjadikannya sebagai alamat IP dari host tersebut.

3. Setting Otomatis Statefull

Merupakan keunggulan IPv6 yang memngelola secara ketat dalam hal range alamat IP yang diberikan pada host dengan menyediakan server untuk pengelolaan keadaan alamat IP, dimana cara ini hampir mirip dengan cara DHCP pada IPv4. Pada saat melakukan setting secara otomatis, informasi yang dibutuhkan antara router, server dan host adalah ICMP (Internet Control Message Protocol) yang telah diperluas. Pada ICMP dalam IPv6 ini, termasuk juga IGMP (Internet Group Management Protocol) yang dipakai pada multicast dalam IPv4.

IPv6 mendukung beberapa jenis format prefix, yakni sebagai berikut:

·       Alamat Unicast, yang menyediakan komunikasi secara point-to-point, secara langsung antara dua host dalam sebuah jaringan.

·       Alamat Multicast, yang menyediakan metode untuk mengirimkan sebuah paket data ke banyak host yang berada dalam group yang sama. Alamat ini digunakan dalam komunikasi one-to-many.

·       Alamat Anycast, yang menyediakan metode penyampaian paket data kepada anggota terdekat dari sebuah group. Alamat ini digunakan dalam komunikasi one-to-one-of-many. Alamat ini juga digunakan hanya sebagai alamat tujuan (destination address) dan diberikan hanya kepada router, bukan kepada host-host biasa.

IPv6

Sumber Gambar: http://hirportal.sikerado.hu/images/kep/201303/IPv6.jpg

 

 

REFERENCES

Sugeng, Winarno, Jaringan Komputer dengan TCP/IP “Membahas Konsep dan Teknik Implementasi TCP/IP dalam Jaringan Komputer”, Bandung: Penerbit Modula, 2010.

http://www.scribd.com/document_downloads/direct/99682454?extension=pdf&ft=1370057159&lt=1370060769&user_id=77146165&uahk=yyI1NhbnMfHBn8t+Ql/TohbaWNg   (diakses tanggal 01 Juni 2013 pukul 09:10 WIB)

http://web.itb.ac.id/irwan/data/creation_file/4-Introduction%20TCP%20-%20IP.doc  (diakses tanggal 01 Juni 2013 pukul 09:19 WIB)

http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/1139/1/Internet.doc  (diakses tanggal 01 Juni 2013 pukul 09:30 WIB)

http://blog.uad.ac.id/hasni/files/2011/04/Makalah-IPaddress1.doc  (diakses tanggal 01 Juni 2013 pukul 10:15 WIB)

http://directory.umm.ac.id/Data%20Elmu/doc/IP_ADDRESS_Versi_4.doc (diakses tanggal 01 Juni 2013 pukul 10:40 WIB)

http://www.unsri.ac.id/upload/arsip/BAB%20I1.doc (diakses tanggal 01 Juni 2013 pukul 11:05 WIB)

http://ferdianrikudo.wordpress.com/2013/05/29/internet-protocol-ip-address/ (diakses tanggal 01 Juni 2013 pukul 13:17 WIB)

http://elearning.upnjatim.ac.id/courses/UKK1004/work/4aae864e4ff82Berbagi_ilmu_berbagi_informasi_nitip_supri.doc (diakses tanggal 01 Juni 2013 pukul 13:25 WIB)

http://ivaasmaulhusna.files.wordpress.com/2010/02/ipv4-n-ipv6.pdf (diakses tanggal 01 Juni 2013 pukul 14:12 WIB)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s