MASYARAKAT MADANI

  • Pengertian Masyarakat Madani

Masyarakat madanai (civil society) dapat diartikan sebagai suatu masyarakat yang beradab dalam membangun, menjalani, dan mamaknai kehidupannya.

Menurut para ahli:

1. Zbigniew Rew, masyarakat madani merupakan suatu yang berkembang dari sejarah, yang mengandalkan ruang dimana individu dan perkumpulan.

2. Han-Sung, masyarakat madani merupakan sebuah kerangka hukum yang melindungi dan menjamin hak-hak dasar individu.

3. Kim Sun Hyuk, masyarakat madani adalah suatu satuan yang terdiri dari kelompok-kelompok secara mandiri menghimpun dirinya dan gerakan-gerakan dalam masyarakat yang secara relative.

4. Thomas Paine, masyarakat madani adlah ruang dimana warga dapat mengembangkan kepribadian dan memberi peluang bagi pemuasan kepentingannya secara bebas dan tanpa paksaan.

5. Hegel, masyarakat madani merupakan kelompok subordinatif dari negara.

Secara global bahwa dapat disimpulkan yang dimaksud dengan masyarakat madani adalah sebuah kelompok atau tatanan masyarakat yang berdiri secara mandiri dihadapan penguasa dan Negara, yang memiliki ruang publik dalam mengemukakan pendapat, adanya lembaga-lembaga yang mandiri yang dapat mengeluarkan aspirasi dan kepentingan publik.

  • Latar Belakang Masyarakat Madani

Masyarakat madani diprediksi sebagai mayarakat yang sangat berkembang dalam bidang budaya, agama, adat istiadat dan sebagainya. Begitu pula dengan masayarakat Indonesia semenjak era reformasi masayarakat indonesia sangat diarahkan untuk menjadi masayarakat yang madani atau menjadi masayarakat yang berkembang

  • Karakteristik dan Ciri-ciri Masyarakat Madani

Dalam hal ini masyarakat madani dibedakan atas dua karakteristik yaitu sebagai berikut:

Karakteristik Pertama

  1. Free public sphere (ruang publik yang bebas), yaitu masyarakat memiliki akses penuh terhadap setiap kegiatan publik, yaitu berhak dalam menyampaikan pendapat, berserikat, berkumpul, serta mempublikasikan informasikan kepada publik.
  2. Demokratisasi, yaitu proses dimana para anggotanya menyadari akan hak-hak dan kewajibannya dalam menyuarakan pendapat dan mewujudkan kepentingan-kepentingannya
  3. Toleransi, yaitu sikap saling menghargai dan menghormati pendapat serta aktivitas yang dilakukan oleh orang/kelompok lain.
  4. Pluralisme, yaitu sikap mengakui dan menerima kenyataan mayarakat yang majemuk disertai dengan sikap tulus,
  5. Keadilan sosial (social justice), yaitu keseimbangan dan pembagian antara hak dan kewajiban, serta tanggung jawab individu terhadap lingkungannya.
  6. Partisipasi sosial, yaitu partisipasi masyarakat yang benar-benar bersih dari rekayasa, intimidasi, ataupun intervensi penguasa/pihak lain.
  7. Supremasi hukum, yaitu upaya untuk memberikan jaminan terciptanya keadilan
  8. Sebagai pengembangan masyarakat melalui upaya peningkatan pendapatan dan pendidikan
  9. Sebagai advokasi bagi masyarakt yang teraniaya dan tidak berdaya membela hak-hak dan kepentingan

10. Menjadi kelompok kepentingan atau kelompok penekan

Dilihat dari karakteristik yang pertama masyarakat madani memiliki kebebasan penuh untuk menyampaikan pendapat, masayarakat madani juga sangat menjunjung tinggi keadilan, masayarakat yang dapat menerima kemajemukan masyarakatnya sendiri, memeiliki sikap toleransi yang sangat kuat. Pantaslah jika masyarakat madani ini diprediksi sebagai masyarakat yang berkembang.

Karakteristik Kedua

1. Terintegrasinya individu-individu dan kelompok-kelompok ekslusif kedalam masyarakat  melalui kontrak sosial dan aliansi sosial.

2. Menyebarnya kekuasaan sehingga kepentingan-kepentingan yang mendominasi dalam masyarakat dapat dikurangi oleh kekuatan-kekuatan alternatif.

3. Dilengkapinya program-program pembangunan yang didominasi oleh negara dengan program-program pembangunan yang berbasis masyarakat.

4.Terjembataninya kepentingan-kepentingan individu dan negara karena keanggotaan organisasi-organisasi volunter mampu memberikan masukan-masukan terhadap keputusan-keputusan pemerintah.

5. Tumbuhkembangnya kreatifitas yang pada mulanya terhambat oleh rejim-rejim totaliter.

6. Meluasnya kesetiaan (loyalty) dan kepercayaan (trust) sehingga individu-individu  mengakui keterkaitannya dengan orang lain dan tidak mementingkan diri sendiri.

7. Adanya pembebasan masyarakat melalui kegiatan lembaga-lembaga sosial dengan berbagai ragam perspektif.

Masyarakat madani diibaratkan sebagai suatu kelompok yang terdiri dari beberapa individu, dimana kelompok tersebut memiliki suatu misi atau harapan untuk menjadikan individu-individu didalam kelompok tersebut menjadi lebih berkembang, karena jika semua individunya berkembang maka akan menciptakan masyarakat yang akan jauh lebih berkembang.

 

Sumber Penulisan:

http://www.akalgi.co.cc/2009/08/pengetian-dan-latar-belakang masyarakt.html

http://www.images.fitrilife.multiply.multiplycontent.com/…/kn%202%20…..doc?…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s