PHYSICAL LAYER

Membahas atau mengulas tentang physical layer atau dalam Bahasa Indonesia-nya disebut dengan layer fisik, maka terlebih dahulu kita harus mengetahui atau memahami lebih tentang OSI (Open System Interconnection). OSI merupakan salah satu arsitektur jaringan komputer yang dibuat oleh suatu organisasi internasional yaitu ISO (International for Standarization Organisasi) pada tahun 1977, OSI dibuat untuk memecahkan masalah kompatibilitas device avantador dengan menyediakan standarisasi yang dapat digunakan oleh para vendor dalam membuat device.

Model referensi OSI mengidentifikasi semua proses yang dibutuhkan untuk melakukan komunikasi dan membaginya ke dalam kelompok secara logika yang disebut dengan layer. Inilah gambar dari beberapa layer yang termasuk kedalam tujuh layer OSI.

osi-model

Sumber Gambar: http://static.ddmcdn.com/gif/osi-model.jpg

OSI ( Open System Interconnection ) memiliki tujuh layer yaitu sebagai berikut ini.

·      Application Layer

Layer ini berfungsi sebagai interface antara user dengan komputer, layer ini lah yang bertanggung jawab untuk mengidentifikasi ketersediaan dari partner komunikasi, menentukan ketersediaan resources dan melakukan proses sinkronisasi komunikasi. Contoh aplikasi yang bekerja pada layer ini adalah TELNET, FTP, SMTP dan SNMP.

·      Presentation Layer

Layer ini berfungsi untuk menyediakan sistem penyajian data ke layer aplikasi, menyediakan proses konversi antar format coding yang berbeda dan menyediakan sarana utnuk melakukan compression, decompression, encryption dan decryption. Contoh aplikasi yang bekerja pada layer ini adalah PICT, TIFF, JPEG, MIDI, MPEG, Quicktime, EBCDIC, dan ASCII.

·      Session Layer

Session layer berfungsi untuk mengkoordinasi jalannya komunikasi antarsistem, melakukan proses pembentukan, pengelolaan dan pemutusan session antarsistem aplikasi dan mengendalikan dialog antar-device atau nodes. Contoh aplikasi ini adalah SQL, RPC, NFS, X Window dan ASP.

·      Transport Layer

Layer ini bertanggung jawab untuk pengamanan data upper layer ke dalam bentuk segment dan pengiriman segment antar host. Proses pengiriman pada transpor ini dapat dilakukan dengan menggunakan dua buah mekanisme yaitu connection-oriented dan connection-less.

·      Network Layer

Layer ini bertanggung jawab untuk mengelola sistem pengalamatan logika terhadap jaringan komputer dan melakukan mekanisme routing melalui internetwork.

·      Data / Data Link Layer

Paket yang diperoleh dari network layer di enkapsulasi oleh data link layer kedalam sebuah frame. Layer ini terbagi dalam dua sublayer yaitu Logical link Control (LLC) dan Media Access Control (MAC).

Dan physical layer inilah adalah lapisan atau layer terakhir yang terdapat pada tujuh lapisan OSI (Open System Interconnection) dan akan dibahas lebih dalam dibandingkan dengan ke-enam layer yang lainnya.

·     PHYSICAL LAYER

Physical layer adalah layer terbawah pada lapisan OSI, layer ini bertanggung jawab atas pengiriman dan penerimaan bit. Dalam layer inni terdapat proses signal encoding yaitu proses ketika menerima informasi dari layer diatasnya, layer ini akan mentranslasikan data tersebut menjadi bentuk sinyal listrik yang dapat ditransmisikan pada medium fisik.

Physical layer menetapkan kebutuhan-kebutuhannya secara elektrik, mekanik, prosedural untuk mengaktifkan, memelihara dan memutuskan jalur antarsistem secara fisik. Cara termudah untuk mengidentifikasi layer ini adslah berhubungan dengan entitas fisik dan sesuatu yang terukur. Layer fisik juga dapat menspesifikasikan topologi fisik dari suatu jaringan (star, bus, ring dan mesh).

Physical layer atau layer fisik ini memiliki beberapa karakteristik diantaranya adalah sebagai berikut.

1.    Karakteristik prosedural

 Pengkodean bit untuk transmisi, fullduplex atau halfduplex, prosedur untuk memulai dan menghentikan transmisi.

2.    Karakteristik fungsional

Menentukan fungsi-fungsi yang ditampilkan oleh sirkuit tunggal dan antarmuka fiskal diantara sebuah sistem dan media transmisi.

3.   Karakteristik mekanik

     Ukuran dan bentuk konektor, jumlah pin, tipe kabel dan spesifikasi. Contohnya adalah RS232C.

Sama seperti pada layer lainnya yang memiliki fungsinya masing-masing, maka layer fisik memiliki fungsi sebgai berikut ini.

  • Memindahkan bit antar devices
  • Sepesifikasinya berupa voltase, wire, speed dan pin pada kabel
  • Mengirim bit dan menerima bit
  • Berkomunikasi langsung dengan jenis media transmisi
  •  Representasi bit ini tergantung dari media dan protokol yang digunkan
  • Menentukan kebutuhan listrik, mekanis, prosedural dan fungsional, mempertahankan dan menonaktifkan hubungan fisik antarsistem.

Physical layer juga memiliki tanggung jawab sebagai interconnecting devices. Perangkat-perangkat yang termasuk kedalam interconnecting devices dalam layer fisik adalah NIC, Repeater dan HUB.

  •   NIC (Network Interface Card)

NIC merupakan komponen jaringan yang menyediakan koneksi antara internal bus dari komputer dengan media jaringan, NIC memiliki beberapa macam tergantung internal bus PCI atau ISA yang digunakan  dan port koneksi media jaringan (RJ-45 atau BNC). Memiliki tranceiver yang berperan untuk mengirimkan atau menerima sinyal informasi.

NIC-FA312

Sumber Gambar : http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/8/82/NIC-FA312.jpg

  •  Repeater

Repeater memiliki fungsi untuk memperkuat sinyal yang diterima pada suatu port dan me-resend atau repeat pada semua port yang lain, repeater juga berfungsi sebagai pembesar jangkauan maksimum suatu segmen jaringan. Repeater biasanya digunakan jika sebagian stasiun jaringan berada jauh dari stasiun jaringan yang lainnya.

firewire-hubs-repeaters_01

Sumber Gambar : http://www.synchrotech.com/product-1394/img/firewire-hubs-repeaters_01.jpg

  • HUB

HUB menghubungkan beberapa komputer dalam satu jaringan, HUB disebut juga sebagai concentrator yang mempunyai peran sebagai titik sentral untuk menghubungkan perangkat-perangkat pada jaringan. HUB me-resend atau me-repeat suatu sinyal yang diterima pada satu port ke port yang lainnya.

computer-hubSumber Gambar : http://www.wifinotes.com/images/computer-hub.jpg

Selain ketiga media diatas masih ada banyak lagi media lainnya yang digunakan untuk mengirimkan data informasi dalam layer fisik diantaranya adalah sebagai berikut.

  • Media Magnetis

Dalam mengirimkan informasi dari satu komputer ke komputer lainnya media yang paling umum digunakan  adalah dengan menuliskannya ke dalam pita magnetis atau disket, walupun media ini tidak secanggih dengan menggunakan stelit komunikasi namun media ini lebih efektif dan jauh lebih murah.

  • Twisted Pair

Media ini adalah media yang paling tua dan sampai sekarang masih dipergunakan untuk menghubungkan antar perangkat, twisted pair ini terdiri atas dua kawat tembaga yang terisolasi atau terlapisi, biasanya memiliki ketebalan satu milimeter. Dua kawat tembaga tersebut dijalin bersama dengan model helikal yang mirip dengan molekul DNA, model terjalin secara helikal ini digunakan untuk mengurangi interferensi elektris terhadap pasangan kawat yang berdekatan. Aplikasi yang menggunakan media ini adalah sistem telepon.

  •  Kabel Koaksial

Dalam media transmisi kabel koaksial dibagi menjadi dua buah jenis yang berbeda yaitu kabel koaksial 50-ohm dan 75-ohm, keduanya memiliki fungsinya masing-masing kabel koaksial 50-ohm digunakan untuk transmisi digital sedangkan untuk kabel koaksial 75-ohm digunakan untuk transmisi analog. Kabel ini memiliki struktur yaitu kawat tembaga yang keras atau kaku sebagai intinya, yang dimana sekelilingnya dilapisi dengan bahan penyekat. Lapisan tersebut ditutup dengan konduktor silindris seperti sebuah anyaman dan lapisan terluar ditutup dengan pelindung plastik yang aman.

  • Fiber Optic

Sistem transmisi memiliki tiga buah komponen yaitu media transmisi, sumber cahaya, dan detektor. Media transmisi yang digunakan adalah serat kaca yang sangat halus atau sebuah silika yang tergabung. Untuk sumber cahayanya bisa berupa LED atau laser diode. Dan untuk detektornya adalah photodiode, yang menggenerasi pulsa elektrik apabila cahaya menyorotnya.

Itulah beberapa sedikit penjelasan mngenai physical layer dan beberapa komponen yang sering digunakan. Dan kesimpulan dari penulisan artikel ini adalah physical layer merupakan layer paling dasar atau bawah yang terdapat dalam gugusan layer OSI (Open System Interconnection), dimana secara lebih sederhana layer fisik ini bertanggung jawab atas pengiriman (transmitter) atau sebagai penerima (receiver) dari sebuah data bit informasi.

 

REFERENCES

Arifin, Zaenal, Langkah Mudah Membangun Jaringan Komputer, Yogyakarta: Penerbit Andi Yogyakarta, 2005.

http://iqbalhabibie.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/30033/PENGERTIAN+PROTOKOL+OSI+LAYER+DAN+TCPIP.doc (diakses tanggal 29 Mei 2013 pukul 20:00 WIB)

http://irianto.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/16422/MODEL+JARINGAN+7+OSI+LAYER.pdf (diakses tanggal 29 Mei 2013 pukul 20:15 WIB)

http://mujahidin.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/32778/3_Physical-Layer.pdf (diakses tanggal 29 Mei 2013 pukul 21:05 WIB)

http://elib.unikom.ac.id/files/disk1/471/jbptunikompp-gdl-sindrianil-23543-3-3-protok-n.pdf (diakses tanggal 30 Mei 2013 pukul17:48 WIB)

http://liejasa.dosen.narotama.ac.id/files/2011/09/OSI-MODEL1.pdf (diakses tanggal 30 Mei 2013 pukul 18:13 WIB)
http://seftianandriasandi.wordpress.com/2013/05/28/physical-layer/ (diakses tangal 30 Mei 2013 pukul 20:00 WIB)

http://unhas.ac.id/tahir/BAHAN-KULIAH/KOMDAT/bimbingan-khusus/MAKALAH-jaringan-komputer.doc (diakses tanggal 30 Mei 2013 pukul 20:31 WIB)

http://elearning.gunadarma.ac.id/docmodul/pengantar_teori_jaringan_komputer/2_layer_fisik.pdf (diakses tanggal 30 Mei 2013 pukul 21:35 WIB)

http://informatics-engineering-uny.blogspot.com/2012/03/physical-layer-lapisan-fisik-dalam.html (diakses tanggal 30 Mei 2013 pukul 21:45 WIB)

IP DAN IP ADDRESS

IP atau sering disebut juga dengan TCP/IP adalah sekelompok protokol yang bertugas untuk mengatur komunika data komputer di dalam dunia internet. Ribuan bahkan jutaan komputer yang terhubung ke internet dapat berkomunikasi satu dengan yang lainnya menggunkan protokol ini. Karena IP memiliki bahasa yang sama maka perbedaan jenis komputer atau software yang digunkan ini tidak aakan menjadi sebuah masalah dalam berkomunikasi dalam dunia internet.

IP (Internet Protocol) secara bahasa yang lebih di sederhanakan adalah sebuah kode pengenal dari sebuah komputer pada jaringan, IP merupakan komponen utama dan sangat vital dalam internet. Karena tanpa adanya IP ini seseorang tidak dapat terhubung ke internet, sebuah komputer yang terhubung ke internet setidaknya harus meiliki satu buah alamat IP dan alamt IP tersebut tidak boleh ada komputer/sever/perangkat jaringan lainnya yang meiliki alamat IP yang sama karena dapat berakibat tidak dapatnya user terkoneksi ke dalam internet.

Sebuah alamat IP terdiri atas sebuah angka biner 32-bit, yang menggambarkan lokasi jaringan hingga komputer dalam jaringan tersebut yang harus dicapai. Dari sanalah Router memilih jalur yang paling menguntungkan. Artinya, Internet menentukan sendiri jalan “melalui” banyak jaringan yang tergabung antara dua tempat, sehingga hampir tak mungkin merusak media komunikasi ini. Bila misalnya sebuah kabel penghubung rusak oleh pekerjaan galian tanah, INTERNET mengalihkan pengiriman paket ke jalur lain. Hal ini disebut Dynamic Rerouting.

ip address iconSumber Gambar:

http://1.bp.blogspot.com/-GjTFJyERBas/UZ9DSfsw_BI/AAAAAAAAAck/0SQb-NUoMC0/s320/ip+address+icon.PNG

IP Address (Internet Protocol Address)

Alamat IP atau IP Address pada awalnya adalah sederetan bilangan biner sebanyak 32 bit yang dipakai utnuk mengidentifikasikan host pada jaringan. Prinsip kerja yang dimiliki oleh IP Addressi ini adalah paket-paket yang membawa data dimuati oleh alamat IP dari komputer pengirim kepada alamat IP pada komputer yang akan dituju, kemudian data-data tersebut dikirim ke dalam jaringan. Paket ini kemudian dikirim dari router ke router dengan berpedoman pada alamat IP tersebut menuju komputer yang dituju.

IP address yang meiliki jumlah sekitar 4 milyar dibagi kedalam lima buah kelas IP yaitu kelas A, B, C, D dan E, masing-masing kelas tersebut miliki spesifikasi yang berbeda-beda seperti yang terlihat pada tabel berikut ini.

Tabel 1. Pembagian Kelas IP Address

Kelas

Set Bit

Range kelas

Network ID

A

Bit pertama   :  0

0 – 127

8

B

2 bit pertama :  10

128 – 191

16

C

3 bit pertama :  110

192 – 223

24

D

4 bit pertama :  1110

224 – 247

28

·      Pengalokasian IP Address

IP Address terdiri atas dua bagian network ID dan host ID. Bagian netwrok ID adalah untuk menunjukkaan nomer dari jaringan dan seangkan bagian host ID untuk mengidentifikasikan host dalam satu jaringan. Alokasi IP address ini pada dasarnya adalah proses untuk memilih network ID dan host ID yang tepat untuk sebuah jaringan internet.

Terdapat beberapa peraturan dasar dalam menentukan netwrok ID dan host ID yang hendak digunakan, aturan tersebut adalah sebagai berikut.

·      Network ID tidak boleh sama dengan 127. Network ID 127 secara default digunakan sebagai alamat loopback yakni IP address yang digunakan oleh suatu komputer untuk menunjuk dirinya sendiri.

·      Network ID dan host ID tidak boleh sama dengan 255 . Network ID atau host ID 255 akan diartikan sebagai alamat broadcast. ID ini merupakan alamat yang mewakili seluruh jaringan.

·      Network ID dan host ID tidak boleh sama dengan 0. IP address dengan host ID 0 diartikan sebagai alamat network. Alamat network digunakan untuk menunjuk suatu jaringan bukan suatu host.

·      Host ID harus unik dalam suatu network. Dalam suatu network tidak boleh ada dua host yang memiliki host ID yang sama.

 

IP address secara default dapat dibagi menjadi tiga, yaitu sebagai berikut:

1.  Gateway / Router

Gateway adalah suatu perangkat komputer yang memiliki minimal dua buah antarmuka jaringan untuk menghubungkan dua buah jaringan atau lebih. Gateway / Router bertanggung jawab untuk mengatur lalu lintas paket data antar jaringan, maka di dalamnya dipasangi oleh sebuah mekanisme pembatasan atau pengamanan paket-paket data tersebut. Mekanisme tersebut dikenal dengan firewall.

Firewall adalah suatu program yang dijalankan dalam gateway / router yang bertugas untuk memeriksa setiap paket data yang lewat kemudian membandingkannya dengan aturan yang diterapkan dan akhirnya memutuskan apakah paket data tersebut akan diteruskan atau ditolak.

2. DIVERT (Mekanisme Diversi Paket Kernel)

Socket divert sebenarnya sama saja dengan socket IP biasa, kecuali bahwa socket divert bisa di bind ke port divert khusus lewat bind system call. IP address dalam bind tidak diperhatikan, hanya nomor port-nya yang diperhatikan. Sebuah socket divert yang dibind ke port divert akan menerima semua paket yang didiversikan pada port tersebut oleh mekanisme di kernel yang dijalankan oleh implementasi filtering. Mekanisme ini yang dimanfaatkan nantinya oleh Network Address Translator.

3. Broadcast

Alamat broadcast digunakan untuk mengirim / menerima informasi yang harus diketahui oleh seluruh host yang ada pada dalam sebuah jaringan. Setiap paket IP memiliki header alamat tujuan berupa IP address dari host yang akan dituju oleh paket tersebut, dengan adanya broadcast maka hanya host tujuan saja yang memproses paket tersebut.

·      IPv4 (Internet Protocol versi 4)

IPv4 merupakan standar alamat IP pertama dan yang sampai sekarang digunakan, alamt IP jenis ini yang secar umum untuk menyatukan berbagai perbedaan dalam penggunaan perangkat yang terhubung didalam jaringan. Protokol IPv4 tersebutlah yang sampai saat ini masih mendominasi dalam pemakainnya oleh masyarakat pada umumnya.

Pada IPv4 dapat dibagi menjadi tiga buah kelas yang tergantung dari besarnya bagian dari host.

1. Kelas A (bagian host sepanjang 24 bit, terdiri dari 16,7 juta host)

2. Kelas B (bagian host sepanjang 16 bit, terdiri dari 65534 host)

3. Kelas C (bagian host sepanjang 8 bit, terdiri dari 254 host)

Alasan pembagian kelas tersebut adalah untuk memudahkan sistem pengelolaan dan pengaturan alamat-alamat, memanfaatkan jumlah alamat yang ada secara optimum, memudahkan pengorganisasian jaringan di seluruh dunia dengan membedakan jaringan tersebut termasuk kategori besar, menengah atau kecil dan membedakan antara alamat untuk jaringan dan alamat untuk host / router.

Alamat Internet Protocol versi 4 atau IPv4 terbagi atas tiga buah jenis, yaitu sebagai berikut:

o  Unicast Address

Merupakan alamat IPv4 yang ditentukan untuk sebuah anatarmuka jaringan yang dihubungkan ke sebuah internetwork IP, alamat unicast digunakan dalam komunikasi point-to-point atau one-to-one.

o  Broadcast Address

Merupakan alamat IPv4 yang didesain agar diproses oleh setiap node IP dalam segmen jaringan yang sama. Alamat broadcast digunakan dalam komunikasi one-to-everyone.

o  Multicast Address

Merupakan alamat IPv4 yang didesain agar diproses oleh satu atau beberapa node dalam segmen jaringan yang sama atau berbeda. Alamat multicast digunakan dalam komunikasi one-to-many.

shutterstock_98826353

Sumber Gambar:

http://www.techweekeurope.co.uk/wp-content/uploads/2012/09/shutterstock_98826353.jpg

 

·       IPv6 (Internet Protocol Versi 6)

IPv6 atau Internet Protocol Versi 6 memiliki nama lain IPng (IP next generation), IPv6 pertama kali direkomendasikan pada tanggal 25 Juli di Toronto, Canada. Bersamaan dengan berlangsungnya IEFT, yang melatarbelakangi dibuatnya IPv6 adalah atas keterbatasannya pengalamat dengan menggunakan IPv4 yang saat ini memiliki panjang 32 bit itu dirasa tidak cukup menangani seluruh pengguna internet di masa yang akan datang.

IPv6 memiliki berbagai keunggulan dibandingkan dengan IPv4, keunggulan-keunggulan tersebut adalah sebagai berikut:

1. Automation Setting

Pada IPv6 ini memliki aplikasi Automation Setting yang memiliki fungsi untuk mengatur secara otomatis diaman telah disediakan secara standar dan merupakan default-nya. Pada pengaturan otomatis ini mempunyai dua cara tergantung dari penggunaan address-nya. Yaitu setting otomatis stateless dan statefull.

2. Setting Otomatis Stateless

Cara ini tidak perlu menyediakan server untuk pengelolaan dan pembagian IP address, hanya men-setting router saja dimana host yang telah tersambung dijaringan dari router yang ada pad jaringan tersebut memperoleh prefix alamat dari jaringan tersebut. Kemudian host menambah pattern bit yang diperoleh dari informasi yang unik terhadap host, lalu membuat IP address sepanjang 128 bit dan menjadikannya sebagai alamat IP dari host tersebut.

3. Setting Otomatis Statefull

Merupakan keunggulan IPv6 yang memngelola secara ketat dalam hal range alamat IP yang diberikan pada host dengan menyediakan server untuk pengelolaan keadaan alamat IP, dimana cara ini hampir mirip dengan cara DHCP pada IPv4. Pada saat melakukan setting secara otomatis, informasi yang dibutuhkan antara router, server dan host adalah ICMP (Internet Control Message Protocol) yang telah diperluas. Pada ICMP dalam IPv6 ini, termasuk juga IGMP (Internet Group Management Protocol) yang dipakai pada multicast dalam IPv4.

IPv6 mendukung beberapa jenis format prefix, yakni sebagai berikut:

·       Alamat Unicast, yang menyediakan komunikasi secara point-to-point, secara langsung antara dua host dalam sebuah jaringan.

·       Alamat Multicast, yang menyediakan metode untuk mengirimkan sebuah paket data ke banyak host yang berada dalam group yang sama. Alamat ini digunakan dalam komunikasi one-to-many.

·       Alamat Anycast, yang menyediakan metode penyampaian paket data kepada anggota terdekat dari sebuah group. Alamat ini digunakan dalam komunikasi one-to-one-of-many. Alamat ini juga digunakan hanya sebagai alamat tujuan (destination address) dan diberikan hanya kepada router, bukan kepada host-host biasa.

IPv6

Sumber Gambar: http://hirportal.sikerado.hu/images/kep/201303/IPv6.jpg

 

 

REFERENCES

Sugeng, Winarno, Jaringan Komputer dengan TCP/IP “Membahas Konsep dan Teknik Implementasi TCP/IP dalam Jaringan Komputer”, Bandung: Penerbit Modula, 2010.

http://www.scribd.com/document_downloads/direct/99682454?extension=pdf&ft=1370057159&lt=1370060769&user_id=77146165&uahk=yyI1NhbnMfHBn8t+Ql/TohbaWNg   (diakses tanggal 01 Juni 2013 pukul 09:10 WIB)

http://web.itb.ac.id/irwan/data/creation_file/4-Introduction%20TCP%20-%20IP.doc  (diakses tanggal 01 Juni 2013 pukul 09:19 WIB)

http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/1139/1/Internet.doc  (diakses tanggal 01 Juni 2013 pukul 09:30 WIB)

http://blog.uad.ac.id/hasni/files/2011/04/Makalah-IPaddress1.doc  (diakses tanggal 01 Juni 2013 pukul 10:15 WIB)

http://directory.umm.ac.id/Data%20Elmu/doc/IP_ADDRESS_Versi_4.doc (diakses tanggal 01 Juni 2013 pukul 10:40 WIB)

http://www.unsri.ac.id/upload/arsip/BAB%20I1.doc (diakses tanggal 01 Juni 2013 pukul 11:05 WIB)

http://ferdianrikudo.wordpress.com/2013/05/29/internet-protocol-ip-address/ (diakses tanggal 01 Juni 2013 pukul 13:17 WIB)

http://elearning.upnjatim.ac.id/courses/UKK1004/work/4aae864e4ff82Berbagi_ilmu_berbagi_informasi_nitip_supri.doc (diakses tanggal 01 Juni 2013 pukul 13:25 WIB)

http://ivaasmaulhusna.files.wordpress.com/2010/02/ipv4-n-ipv6.pdf (diakses tanggal 01 Juni 2013 pukul 14:12 WIB)

NETWORK SECURITY

Perkembangan penggunaan internet dalam kehidupan sehari-hari di Indonesia terus mengalami lonjakan yang signifikan, namun tidak diimbangi dengan sistem keamanan jaringan yang mumpuni atau berkualitas baik bahkan keamanan jaringan internet di Indonesia masuk dalam kategori yang tidak aman dan masih masuk dalam kategori yang buruk.

Pada tahun 2012, menurut Security Incident Response Team on Internet Infrastructure (ID-SIRTI) menyatakan bahwa Indonesia mengalami penyerangan jaringan komputer sekitar 50,6 juta  usaha infeksi pada jaringan. Sebanyak 65 persen dari jumlah tersebut merupakan penyerangan jaringan informasi yang berasal dari dalam negeri.

27-cybercrime2

Sumber Gambar: http://crimetojail.files.wordpress.com/2013/04/27-cybercrime2.jpg

Ada banyak kejahatan yang terjadi dalam sebuah jaringan komputer atau internet, beberapa diantaranya adalah sebagai berikut:

·      DoS (Denial of Service)

Dos merupakan salah satu penyerangan terhadap jaringan yang menghambat laju kerja dari sebuah layanan, bahkan penyerangan jenis ini dapat langsung mematikan jaringan yang sedang digunakan sehingga dapat menyebabkan seorang user yang memiliki hak akses tidak dapt menggunakan layanan.

DoS merupakan salah satu penyerangan yang paling ditakuti dalam dunia jaringan internet, karena akibat yang ditimbulkan adalah dapat mematikan server dan tidak dapat beroperasi kembali sehingga penyedia server tidak bisa memberikan pelayanan terhadap para penggunanya. Serangan DoS memiliki beberapa jenis, diantaranya adalah sebagai berikut:

1. Ping of Death

2. Teardrop

3. SYN Attack

4. Land Attack

5. Smurf Attack

6. UDP Flood

·      Probe

Probe atau yang sering disebut dengan probing adalah salah satu kejahatan dalam jaringan utnuk mengakses sistem atau berusaha mendapatkan informasi tentang sistem tersebut. Probe ini termasuk kedalam yang tidak terlalu membahayakan namun sering kali diiringi oleh tindakan lain yang cukup membahayakan bagi jaringan internet.

·      Sniffer

Sniffer  adalah sebuah perangkat penyadapan komunikasi jaringan komputer dengan memanfaatkan mode premicious pada ethernet. Karena jaringan komunikasi komputer terdiri dari data biner acak maka sniffer ini biasanya memiliki penganalisis protokol sehingga data biner acak dapat dipecahkan. Fungsi sniffer bagi pengelola bisa untuk pemeliharaan jaringan, bagi orang luar bisa untuk menjebol sistem. Cara paling mudah untuk mengantisipasi Sniffer adalah menggunakan aplikasi yang secure, misal : ssh, ssl, secureftp dan lain-lain

·      Spoofing

Spoofing adalah teknik melakukan penyamaran sehingga terdeteksi sebagai identitas yang bukan sebenarnya, spoofing biasa dilakukan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab menggunakan fasilitas dan resources sistem.

·      Malicious Code

Malicious code bisa berupa virus, trojan atau worm, biasanya berupa kode instruksi yang akan memberatkan sistem sehingga performansi sistem menurun.

·      Scan

Scan adalah probing dalam jumlah besar menggunakan suatu tool. Scan biasanya merupakan awal dari serangan langsung terhadap sistem yang oleh pelakunya ditemukan mudah diserang.

 

Itulah beberapa kejahatan yang kerap terjadi dalam sebuah jaringan. Maka untuk melindungi jaringan internet ataupun komputer dibutuhkan sebuah network security atau keamanan jaringan yang baik, network security sangat diperlukan dalam jaringan komputer atau internet untuk memantau atau memonitori akses jaringan dan mencegah penyalahgunaan sumber daya jaringan yang tidak sah.

f964ddc910acbc5c426350c1b152e08d_XL

Sumber Gambar:  http://academy.itu.int/media/k2/items/cache/f964ddc910acbc5c426350c1b152e08d_XL.jpg

Ada dua buah elemen utama dalam pembentukan keamanan jaringan (network security), elemen-elemen tersebut adalah sebagai berikut:

1. Tembok Pengamanan, baik secara fisik maupun maya, yang ditaruh diantara piranti dan layanan jaringan yang digunakan dan orang-orang yang akan berbuat jahat.

2.  Rencana Pengamanan, yang akan diimplementasikan bersama dengan user lainnya, untuk menjaga agar sistem tidak bisa ditembus dari luar.

Adapun beberapa segi keamanan yang didefinisikan kedalam lima poin, atau bisa dikatakan standar untuk keamanan dari suatu jaringan.

1. Confidentiality

Informasi atau data dalam jaringan hanya bisa diakses oleh pihak yang memiliki wewenang atau hak akses terhadap informasi tersebut.

2. Integrity

Informasi atau data dalam jaringan hanya bisa diubah oleh pihak yang memiliki wewenang ataupun hak akses.

3. Availability

Informasi tersedia  hanya untuk pihak yang memiliki hak akses pada saat yang dibutuhkan.

4. Authentication

Pengirim suatu informasi dapat diidentifikasi dengan jelas dan identitas tersebut harus dipastikan bahwa tidak merupakan suatu identitas yang palsu.

5. Nonrepudiation

Pengirim atau penerima informasi tidak menyangkal pengiriman dan penerimaan informasi tersebut.

Untuk mencegah kejahatan terhadap jaringan dan untuk menjadikan jaringan yang kita gunakan itu safety atau aman. Berikut ini ada beberapa cara yang dapat digunakan untuk mencegah kejahatan terhadap jaringan, antara lain adalah sebagai berikut:

·      Security Policy

Bagi seorang pengguna jaringan internet atupun komputer sebaiknya sebelum memulai kegiatan dalam internet, baiknya kita menentukan terlebih dahulu data atau informasi yang akan dilindungi dan akan dilindungi dari siapa informasi tersebut dihindari.

Kebijakan keamanan tergantung sebesar apa anda percaya terhadap orang lain, baik dalam ataupun diluar organisasi sekalipun. Kebijakan haruslah merupakan keseimbangan antara mengijinkan user untuk mengakses informasi yang dibutuhkan dengan tetap menjaga keamanan dari sistem.

·      BIOS Security

Seorang administrator direkomendasikan men-disable boot dari floppy. Atau bisa dilakukan dengan membuat password pada BIOS dan memasang boot password.

·      Enkripsi Data

Enkripsi data merupakan sesuatu hal yang cukup penting dalam komunikasi menggunakan komputer untuk menjamin suatu kerahasian data. Enkripsi adalah sebuah proses yang melakukan perubahan sebuah kode dari yang bisa dimengerti menjadi sebuah kode yang tidak bisa dimengerti oleh orang lain.

data-protection

Sumber Gambar:

 http://ictwatch.com/internetsehat/wp-content/uploads/2012/07/data-protection.jpg

Enkripsi dapat diartikan sebagai kode atau chiper. Sebuah sistem pengkodean menggunakan suatu table atau kamus yang telah didefinisikan untuk mengganti kata dari informasi atau yang merupakan bagian dari informasi yang dikirim. Ada beberapa teknik enkripsi yang dapat digunakan untuk keamanan jaringan, teknik tersebut adalah sebagai berikut:

1. Enkripsi Konvensional

Proses enkripsi yang terdiri dari dua yaitu algoritma dan key, key biasanya merupakan suatu string bit yang pendek untuk mengontrol algoritma. Algoritma enkripsi akan menghasilkan hasil yang berbeda tergantung pada kunci yang digunakan, mengubah kunci dari enkripsi akan mengubah output dari algortima enkripsi.

2. Enkripsi Public-Key

Kelemahan dalam teknik enkripsi sebelumnya adlah perlunya mendistribusikan kunci yang digunakan dalam keadaan aman. Namun enkripsi public-key adalah jawabannya teknik ini menutupi kelemahan pada enkripsi sebelumnya yaitu tidak memerlukan sebuah kunci untuk didistribusikan. Metode ini pertama kali diperkenalkan pada tahun 1976.

·      Internal Password Authentication

Password yang baik menjadi penting dan sederhana dalam keamanan suatu jaringan. Kebanyakan masalah dalam keamanan jaringan disebabkan karena password yang buruk. Cara yang tepat antara lain dengan menggunakan shadow password dan menonaktifkan TFTP. 

urlSumber Gambar: http://cdni.wired.co.uk/1920×1280/or/password_1.jpg

·      Pemonitoran Terjadwal Terhadap Jaringan

Lakukanlah pemonitoran yang terjadwal terhadap jaringan, agar jaringan tersebut selalu dalam kondisi aman dan terkendali dengan baik.

Itulah beberapa kejahatan yang terjadi dalam jaringan dan beberapa cara untuk menjadikan jaringan lebih aman atau safety terhadap tangan-tangan jahil yang tak bertanggung jawab. Menurut penulis sebagai sesama pengguna jaringan komputer dan internet pergunakanlah jaringan tersebut dengan bijak, bertanggung jawab dan baik agar semua tidak merasa dirugikan. Untuk pengguna jaringan lebih berhati-hati dalam menyimpan data-data anda dalam internet ataupun komputer pribadi walaupun anda mempercayakan data anda kepada orang yang dikenal dan mempercayainya sekalipun.

 

REFERENCES

http://blog.student.uny.ac.id/izzasabila/files/2012/09/kk15.ppt (diakses tanggal 01 Juni 2013 pukul 19:00 WIB).

http://lecturer.ukdw.ac.id/cnuq/wp-content/uploads/keamananjaringan.pdf (diakses tanggal 01 Juni 2013 pukul 19:15 WIB).

http://id.wikipedia.org/wiki/Keamanan_jaringan (diakses tanggal 01 Juni 2013 pukul 19:18 WIB).

http://nasional.kompas.com/read/2013/05/28/20324450/Keamanan.Jaringan.Informasi.di.Indonesia.Masih.Buruk (diakses tanggal 02 Juni 2013 pukul 07:44 WIB).

http://robby.c.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/4564/KEAMANAN-JARINGAN.doc (diakses tanggal 02 Juni 2013 pukul 08:13 WIB).

http://www.unsri.ac.id/upload/arsip/nurhasanah(08053111059).doc (diakses tanggal 02 Juni 2013 pukul 08:17 WIB).

http://www.scribd.com/doc/124833235/SKK-Pert5-Keamanan-Jaringan-doc (diakses tanggal 02 Juni 2013 pukul 10:10 WIB).

http://fitrimarisa.widyagama.ac.id/wp-content/uploads/2012/09/keamanan6-KEAMANAN-JARINGAN-KOMPUTER.doc (diakses tanggal 02 Juni 2013 pukul 11:35 WIB).

http://aqwam.staff.jak-stik.ac.id/files/keamanan-komputer.doc (diakses tanggal 02 Juni 2013 pukul 12:21 WIB).

http://linuxpnlactivist.files.wordpress.com/2011/06/20090528-d-dokumentasi-integrasi-keamanan-sistem-informasi.doc (diakses tanggal 02 Juni 2013 pukul 12:24 WIB).

SOFTWARE

Setelah sebelumnya sudah dijelaskan mengenai hardware dan beberapa komponen hardware yang menunjang kinerja dari suatu komputer, Pada kesempatan kali ini penulis akan membahas salah satu bagian penting lainya dari sebuah komputer yaitu software.

Baiklah dimulai dengan definisi dari software, software merupakan suatu program komputer yang memberikan instruksi-instruksi yang harus diberikan pada unit-unit pengolah agar komputer dapat menjalankan pekerjaan sesuai dengan yang dikehendaki oleh seorang user. Jadi dapat dikatakan bahwa software dalah sebuah program pada kompoter.

Software sudah mulai berkembang sejak pertama kali diciptakan yaitu pada tahun 1940-an, tujuan utama dari perkembangan perangkat lunak adalah untuk mengembangkan praktik dan teknologi untuk meningkatkan produktivitas para praktisi pengembang perangkat lunak dan kualitas aplikasi yang dapat digunakan oleh seorang user. Perangkat lunak atau software ditinjau dari penggunaannya dapat diklasifikasikan menjadi lima macam, yaitu:

  • Operation System (Sistem Operasi)
  • Utility Programs (Program Utilitas)
  • Aplication Programs (Program Aplikasi)
  • Package Programs (Program Paket)
  • Programming Language (Bahasa Pemrograman)

Dan berikut ini adalah beberapa perangkat lunak yang mungkin sering kita gunakan dalam kehidupan sehari-hari.

1. VoIP ( Voice over Internet Protocol )

VoIP sering disebut juga dengan istilah internet telephony, IP telephony, atau Digital Phone. Proses pengiriman suara seorang user dengan menggunakan teknologi VoIP adalah dengan cara mengirimkan suara menggunakan internet protocol (IP), sehingga dengan menggunakan IP tersebut memungkinkan seorang user melakukan percakapan dengan jarak jauh karena teknologi VoIP ini berbasis pada jaringan internet.

Karena teknologi ini menggunakan jaringan dengan berbasis pada internet maka kualitas suara yang akan dihasilkan dipengaruhi oleh beberapa parameter-parameter yaitu kapasitas bandwidth, tingkat hilangnya paket dan terjadinya delay atau waktu tunda yang terjadi di dalam jaringan. Kapasitas bandwidth adalah tersedianya jaringan dalam bentuk lebar pita yang digunakan untuk mentransmisikan data paket, semakin besar lebar pita yang digunakan maka akan semakin bagus pula kualitas komunikasi yang terhubung. Tingkat hilangnya paket adalah parameter yang menyatakan besarnya laju kesalahan yang terjadi sepanjang jalur pengiriman data paket. Delay atau waktu tunda adalah parameter yang menyatakan rentang waktu yang diperlukan untuk mengirimkan paket dari pengirim ke penerima.

Banyak sekali aplikasi-aplikasi yang menggunakan teknologi VoIP diantaranya adalah VoIP rakyat, Asterisk dan salah satu aplikasi yang populer adalah Skype. Skype adalah aplikasi untuk berkomunikasi dengan sesama pengguna dengan menggunakan IP (Internet Protocol), maka masing-masing pengguna skype ini memiliki IP address yang berbeda-beda antara pengguna satu dengan yang lainnya.

logo

Sumber gambar: http://4.bp.blogspot.com/_HIiiPeDAf_Y/SgBUhu5r4mI/AAAAAAAAAAw/G6-W6q97xIo/s320/logo.gif

Keuntungan dari teknologi VoIp ini adalah memiliki biaya yang murah untuk melakukan sambungan langsung jarak jauh, memanfaatkan infrasturuktur jaringan data yang sudah ada untuk suara, penggunaan bandwidth yang lebih kecil dibandingkan dengan telepon biasa, dapat digabung dengan jaringan telepon lokal yang sudah ada, berbagai bentuk jaringan VoIP bisa digabungkan menjadi jaringan yang besar dan variasi penggunaan peralatan yang ada.

Walaupun banyak sekali keuntungan yang dapat diperoleh dari teknologi VoIP, namun teknologi ini memiliki beberapa kelemahan yang dimilikinya yaitu kualitas suara yang tidak sejernih telepon biasa, memiliki jeda waktu dalam melakukan komunikasi, memiliki peralatan yang cukup mahal dan sesama pengguna harus saling terhubung terlebih dahulu dengan jaringan internet untuk melakukan komunikasi.

2. Video VoIP

Video VoIP mungkin dapat dikatakan juga sebagai video telephony dan mungkin video VoIP ini adalah kembangan dari teknologi sebelumnya yang hanya dapat berkomunikasi secara suara saja, dimana teknologi video VoIP ini mampu menangkap video atau gambar sekaligus suara seorang pengguna dalam sebuah komunikasi, fungsi dari video VoIP ini adalah sebagai alat untuk berkomunikasi antara pengguna satu dengan yang lainnya secara bersamaan secara real-time. Dari namanya yang menggunakan VoIP maka teknologi ini juga menggunakan jaringan berbasis pada internet dimana masing-masing pengguna teknologi ini pasti memiliki IP yang berbeda-beda.

Video VoIP sangat membantu bagi para penyandang disabilitas seperti tunawicara atau tunarungu karena teknologi dapat menampilkan gambar dari seorang pengguna sehingga mereka dapat menggunakan bahasa isyarat agar saling mengerti tanpa dibatasi oleh suara saja.

Salah satu aplikasi yang mengusung teknologi ini adalah skype, penyedia jasa komunikasi video dengan berbasis intenet dan IP address. Para pengguna skype dapat melakukan komunikasi tanpa dipisahkan oleh jarak dan waktu, pengguna skype juga dapat melihat lawan bicaranya dengan menggunakan webcam jadi komunikasi menjadi lebih seru dan asik.

skype_logo_online

Sumber gambar: http://boygeniusreport.files.wordpress.com/2010/12/skype_logo_online.jpg?w=942

3. Video Streaming

Streaming merupakan pengertian dari teknologi untuk memainkan sebuah file audio atau video secara langsung maupun prerecord dari sebuah mesin server (web server), file audio atau video yang terletak dalam sebuah web dapat secara langsung dijalankan pada komputer client sesaat setelah ada permintaan dari seorang user, sehingga proses unduh data tersebut yang membutuhkan waktu cukup lama dapat dihindari.

Saat video dalam web tersebut dimainkan atau dijalankan maka akan terjadi proses buffering, buffering sendiri merupakan sebuah proses dimana bagian utama menampung data yang akan dikirimkan dari atau ke perangkat masukan/keluaran dan penyimpan sekunder serta dapat mengurangi frekuensi pengaksesan dari atau ke pernagkat masukan/keluaran dan penyimpan sekunder sehingga meningkatkan kinerja sistem.

Konsep dasar dari teknologi video streaming yaitu membagi-bagi data video menjadi beberapa paket, kemudian paket-paket tersebut dikirimkan dan pada pihak penerima dapat men-decode dan memainkan potongan paket data video tersebut tanpa harus menunggu seluruh file terkirim. Secara lebih sederhana konsep video streaming di bagi ke dalam tiga tahap, antara lain:

  • Mempartisi atau membagi data video yang telah terkompresi ke dalam paket-paket data.
  • Pengiriman paket-paket data video
  • Pihak penerima mulai men-decode dan menjalankan video walaupun paket data belum terkirim sepenuhnya.

Salah satu aplikasi yang menggunakan teknologi video streaming adalah YouTube, YouTube adalah sebuah situs web yang memberikan fasilitas untuk memainkan video secara gratis. Seorang pengguna dapat mengupload kreasi video mereka ke dalam youtube tetapi pastinya dengan ketentuan-ketentuan yang diberlakukan oleh pemiliki web tersebut. Youtube adalah salah satu situs yang paling populer dikunjungi oleh para pengguna internet.

Youtube_logo-tn1

Sumber gambar: http://social-media-made-easy.us/wp-content/uploads/2013/02/Youtube_logo-tn1.png

4. Encoder

Encoder adalah merupakan salah satu teknologi yang digunakan untuk mengubah media source ke format yang sesuai untuk streaming. Encoder inilah yang melakukan tugas mengkonversikan data digital menjadi sebuah bit stream yang dapat dilewatkan ke dalam sebuah jaringan. Di dalam sebuah encoder terdapat modulasi frekuensi yang akan dialirkan ke dalam sebuah jaringan, fungsi dari sebuah modulasi frekuensi ini adalah untuk menggabungkan beberapa sinyal yang telah di kompres melaui encoder dengan sinyal-sinyal lain yang akan bertindak sebagai sinyal pembawa menuju ke pengguna. Teknologi modulasi yang digunakan pada sistem multimedia berbasis internet adalah modulasi data digital ke dalam sinyal-sinyal analog, salah satunya adalah video streaming yang membagi data video nya ke dalam beberapa paket setelah itu baru dikirimkan.

5. MPEG-2 DAN MPEG-4

MPEG merupakan singkatan dari Motion Picture Expert Group, MPEG adalah bagian dari ISO (International Organization for Standarization) dan IEC (International Commission) yang menciptakan dan mempublikasikan standar pada berbagai macam teknologi. MPEG adalah sebuah standar format audio dan video yang digunakan secara online pada siaran televisi dan pada media DVD. Ada berbagai macam jenis MPEG diantaranya adalah MPEG-1, MPEG-2, MPEG-3, MPEG-4, MPEG-7 dan MPEG-21 dalam artikel ini penulis akan menjelaskan mengenai MPEG-2 dan MPEG-4.

  • MPEG-2

MPEG-2 merupakan sebuah standar video codec generik dari ITU-T dan ISO/IEC (SG15ITU-T), dalam MPEG-2 terdapat tiga part atau elemen yang dimilikinya yaitu systems standard (ISO/IEC 13818-1), video standard (ISO/IEC13818-2 (ITU-T H.262)), dan audio standard (ISO/IEC13818-3). Pada MPEG-2 untuk melakukan kompresi video dan audio dilakukan dengan menggunakan dua part yaitu video dan audio standard.

Untuk aplikasi praktis dengan bit stream video dan audio yang telah dikompres harus digabungkan dalam satu single bit stream sehingga dapat disimpan dalam DSM atau di kirimkan melalui kanal komunikasi. MPEG-2 mendefinisikan stream ke dalam dua buah bagian yaitu stream program dan stream transport.

  • MPEG-4

MPEG-4 pertam kali diperkenalkan pada akhir tahun 1998, MPEG-4 adalah sebuah nama dari group koding standar audio dan video. Teknologi ini memiliki kegunaan yang paling utama adalah internet (media streaming), CD, videophone dan televisi broadcast.

MPEG-4 menyerap banyak fungsi dari MPEG-1 dan MPEG-2 dan penyedia standar ini menambahkan fungsi yang terbaru dibandingkan generasi MPEG sebelumnya yaitu VRML untuk pemutaran 3D. Format MPEG-4 sangat tepat digunakan untuk memutarkan format video berkapasitas lebih besar misalnya avi atau vob, karena konsep dasar MPEG-4 ini adalah mengkompres file ketika menyimpan video kemudian ketika video MPEG-4 diputar codec akan mnegeluarkan kembali file-file yang disimpan untuk diputar.

REFERENCES

1.    http://www.scribd.com/doc/65765575/Pengertian-Software-Dan-Hardware-Beserta-Contohnya (diakses tanggal 23 April 2013 pukul 12:22 WIB)

2.    http://www.scribd.com/doc/36935989/Modul-8-VoIP#download (diakses tanggal 23 April 2013 pukul 10:48 WIB)

3.    http://www.disparbud.jabarprov.go.id/assets/downloads/materi-voip-fundamental.pdf  (diakses tanggal 23 April 2013 pukul 10:51 WIB)

4.    http://137-muhamadsarip.blogspot.com/2012/03/pengertian-video-telephony-dan-voip.html (diakses tanggal 23 April 2013 pukul 23:21 WIB)

5.    http://digilib.ittelkom.ac.id/index.php?view=article&catid=6%3Ainternet  &id=691%3Asteam&tmpl=component&print=1&page=&option=com_content&Itemid=14 (diakses tanggal 24 April 2013 pukul 08:19 WIB)

6.    http://degokers.wordpress.com/ (diakses tanggal 24 April 2013 pukul 08:52 WIB)

7.    http://telecom.ee.itb.ac.id/~hend/ET5014/MPEG2.ppt (diakses tanggal 24 April 2013 pukul 09:23 WIB)

8.    http://gicara.com/uncategorized/apa-yang-dimaksud-dengan-mpeg.html (diakses tanggal 24 April 2013 pukul 09:54 WIB)

9.    http://id.wikipedia.org/wiki/MPEG-4 (diakses tanggal 24 April 2013 pukul 10:00 WIB)

10.  http://tentang-pengertian.blogspot.com/2009/02/komputer-tentang-pengertian-mpeg-4.html (diakses tanggal 24 April 2013 pukul 10:11 WIB)

HARDWARE

Komputer adalah suatu kelompok atau serangkaian mesin elektrik yang terdiri dari ratusan bahkan jutaan komponen elektronika yang bekerja pada saat yang bersamaan, sehingga membentuk sebuah sistem kinerja yang baik dan terstruktur. Komputer merupakan alat yang dapat mempermudah pekerjaan manusia karena komputer dapat mengolah data menurut prosedur yang telah dirumuskan secara cepat, tepat dan benar.

Komputer memiliki dua bagian yang paling utama yang dimilikinya yaitu hardware dan software, melalui artikel ini dan artikel selanjutnya penulis akan membahas mengenai hadrware dan software yang ada didalam komputer.

Hardware adalah perangkat keras yang sifatnya adalah nyata atau bisa dilihat atupun dapat dirasakan keberadaannya, berikut ini adalah beberapa perangkat hardware yang sering digunakan dalam suatu komputer:

1. Scanner

            Scanner adalah suatu alat yang digunakan untuk memindai suatu bentuk maupun sifat benda, seperti dokumen,foto,gelombang, dll. Hasil dari scanner akan otomatis masuk kedlam komputer dalm bentuk data digital. Menurut kegunaannya, scanner dibagi menjadi beberapa jenis yaitu sebagai berikut:

  • Scanner Picture
  • Scanner Barcode
  • Scanner X-ray
  • Scanner Check
  • Scanner Metal
  • Scanner Optical Mark Reader

Dan jika dikelompokkan menurut cara memasukkan kertas ke dalam scanner, maka scanner dibedakan menjadi dua jenis yaitu:

  • Flatbed

Pada jenis ini, kertas diletakkan diatas kaca scanner kemudian lampu dan sensor akan bergerak memindai kertas tersebut untuk memperoleh datanya.

  • Automatic Document Feeder (ADF)

Scanner jenis ini meletakkan kertas pada suatu wadah kemudian satu perstu kertas akan dimasukkan secara otomatis oleh bagian mekanik scanner. Pada saat kertas berada diatas kaca maka lampu dan sensor akan memindai kertas tersebut untuk mengambil datanya. Keuntungan dari ADF ini adalh memiliki kecepatan memindai yang cepat (10.000 lembar/jam) dan dapat membaca dua sisi dari kertas yang dipindai.

scanner

Sumber gambar: http://brain.pan.e-merchant.com/3/3/07540833/l_07540833.jpg

2. CD-ROM DRIVER

Driver memiliki arti sebagai suatu penggerak atau salah satu bagian mekanikal dari suatu piranti, maka CD-ROM Driver adalah penggerak suatu piringan CD-ROM atau suatu driver untuk merekam atau memainkan compact disc. Fungsi dari CD-ROM Driver adalah untuk membaca data yang ada dalam sebuah cd-rom baik itu berupa gambar, suara atau pun video. Kekurangan dari CD-ROM Driver adalah hanya dapat membaca data dalam sebuah CD-R / CD-RW saja, sedangkan DVD-ROM Driver dapat membaca data yang disimpan dalam ­DVD-R /  DVD-RW dan CD-R / CD-RW.

20100923181820530

Sumber gambar: http://www.centraltechco.com/upload/20100923/20100923181820530.jpg

3. VIDEO BOARD

Video board atau sering disebut juga dengan video card adalah sebuah kartu ekspansi yang berfungsi untuk mengeluarkan gambar pada layar komputer, banyak sekali fundi yang ditawarkan oleh video card ini beberapa diantaranya adalah grafis 2D, TV output, MPEG-2 / MPEG-4 decoding atau kemampuan untuk menghubungkan beberapa monitor. Banyak orang mengira nahwa video card itu sama dengan VGA (Video Graphic Accelerator), padahal VGA itu adalah salah satu komponen yang terdapat dalam video card.

            Perangkat keras ini sering diintegrasikan ke dalam sebuah motherboard, namun beberapa jenis motherboard sudah menyediakan port ekspansi untuk tambahan video card ini yang sering disebut sebagai pengontrol video atau graphic controller. Berikut ini adalah bebrapa komponen yang terdapat dalam sebuah video card.

  • GPU (Graphic Processing Unit)

GPU merupakan prosesor dari sebuah sound card yang memiliki fungsi sebagai pengolahan gambar yang akan ditampilkan pada monitor.

  • Video Memory

Fungsinya sebagai tempat penyimpanan sementara sebelum atau sesudah pemrosesan data pada GPU.

  • RAMDAC (Random Access Memory Digital – Analog Converter)

Komponen pengubah data gambar digital menjadi sinyal analog, agar bisa digunakan pada monitor.

  • Bus Interface

Menghubungkan antara motherboard dengan kartu grafis, yang biasa digunakan adalah jenis bus interface AGP dan PCI-Express.

  • Display Interface

Komponen ini memiliki fungsi untuk menghubungkan kartu grafis dengan monitor. Biasanya terdapat 3 port display yaitu DIVI, TV-Out, dan VGA.

  • Heatsink dan Fan

Heatsink digunakan untuk menyerap panas yang dikleuarkan oleh kartu grafis  dan sedangkan fan digunakan untuk mendinginkan kartu grafis tersebut.

grafis

Sumber gambar:

http://img2.belajar-komputer-mu.com/wp-content/uploads/2012/01/Pengertian-video-card-display-card-graphics-card-atau-graphics-adapter.jpg

4. SOUND CARD

            Sound Card (kartu suara) atau sering disebut dengan audio card merupakan suatu perangkat keras komputer yang digunakan untuk mengeluarkan suara dan merekam suara. Pada awal kemunculannya sound card hanya sebagai pelengkap dari komputer, namun sekarang ini sound card menjadi piranti yang wajib ada di sebuah komputer. Dilihat dari cara pemasangannya, sound card dibagi menjadi tiga jenis yaitu:

  • Sound Card Onboard, adalah sound card yang menempel langsung pada motherboard komputer
  • Sound Card Offboard, adalah  soundcard yang pemasangannya di slot ISA/PCI pada motherboard. Namun rata-rata sudang menggunakan yang PCI
  • Sound Card External, adalah sound card yang penggunaannya disambungkan ke komputer melalui port eksternal, seperti USB atau FireWire.

sound card

Sumber gambar:

http://www.advancetec.co.uk/asus-xonar-essence-stx-pci-e-audiophile-sound-card-optical-dolby-pro-logic-ii-90-yaa0c0-0uan0bz.html

Untuk memainkan musik MIDI, pada awalnya sound card menggunakan teknologi FM Synthesis, tetapi sekarang sound card sudah menerapkan teknologi Wavetable Synthesis. Dan untuk memutarkan digital audio, sound card dulunya hanya menggunakan dua kanal (surround) namun sekarang sudah menggunakan empat atau lebih kanal suara (surround). Kualitasnya pun sudah meningkat dari 8 byte, 16 byte, dan sekarang sudah 24 byte bahkan 32 byte.

REFERENCES

1.    Arifianto, Deni, dan Ari Funatik, Antigaptek Hardware Komputer Pengenalan & Permasalahan + Solusi, Jakarta: KawanPustaka, 2009.

2.    http://www.scribd.com/doc/36308385/Definisi-Hardware (diakses tanggal 10 April 2013 pukul 09:03 WIB)

3.    http://www.scribd.com/doc/69227813/dasar-komputer (diakses tanggal 19 April 2013 pukul 13:33 WIB)

4.    http://www.scribd.com/doc/68044418/Pengertian-Dan-Fungsi-CD-Rom (diakses tanggal 19 April 2013 pukul 21:46 WIB)

5.    http://fipit-22.blogspot.com/2009/04/cd-rom-drive.html (diakses tanggal 19 April 2013 pukul 22:16 WIB)

6.    http://belajar-komputer-mu.com/pengertian-kartu-grafis-video-card-display-card-graphics-card-atau-graphics-adapter/ (diakses tanggal 23 April 2013 pukul 09:04 WIB)

7.    http://degokers.wordpress.com/2013/04/20/hardware/ (diakses tanggal 23 April 2013 pukul 10:25 WIB)

8.    http://id.wikipedia.org/wiki/VGA (diakses tanggal 23 April 2013 pukul 10:27 WIB)

9.    http://www.bahaskomputer.com/2009/01/sound-card.html (diakses tanggal 23 April 2013 pukul 10:31 WIB)

10.  http://ganeshara09.wordpress.com/2012/11/01/pengertian-fungsi-dan-bagian-vga-video-graphics-accelerator/ (diakses tanggal 23 April 2013 pukul 10:36 WIB)

PENGERTIAN MULTIMEDIA

Pertama mendengar kata multimedia yang pertama kali muncul dipikiran kita adalah beberapa perangkat elektronik seperti komputer yang dapat menampilkan beberapa data berupa gambar diam maupun gambar yang bergerak sekalipun. Multimedia pada era sekarang sudah mulai berkembang dalam proses penggunaannya, multimedia dapat digunakan dalam beberapa hal misalnya internet, film, konferensi, katalog dan lain sebagainya.

Definisi atau pengertian multimedia menurut bahasa atau secara etimologi bahwa multimedia berasal dari kata multi dan medium, multi (bahasa latin, nouns) berarti banyak dan medium (American Heritage Electronic Dictionary (1991)) adalah alat untuk mendistribusikan atau mendistribusikan suatu informasi.diagram multimedia

Menurut para ahli salah satunya adalah Vaughan (2004) dan berdasarkan pada gambar diatas, multimedia dapat didefinisikan sebagai suatu kombinasi antara teks, grafik, animasi, video dan  audio yang disampaikan dengan sebuah komputer atau mungkin dimanipulasi secara digital, yang kemudian dapat disampaikan atau dikontrol secara interaktif. Menurut Vaughan multimedia dibagi menjadi tiga buah bagian yaitu sebagai berikut:

1.  Multimedia Interaktif

Pengguna atau user dapat mengontrol apa dan kapan elemen-elemen multimedia akan dikirimkan atau ditampilkan

2.  Multimedia Hiperaktif

Multimedia jenis ini termasuk multimedia yang memiliki struktur dari elemen-elemen tekait dimana user dapat mengarahkannya. Dengan kata lain multimedia ini mempunyai banyak tautan (link) yang menghubungkan elemen-elemen multimedia yang ada.

3.  Multimedia Linear

User hanya menikmati atau menonton setiap sajian multimedia dari awal hingga akhir, user tidak bertindak sebagai server atau pengendali dari multimedia tersebut seperti kedua jenis multimedia yang telah dijelaskan sebelumnya.

Sedangkan menurut para ahli seperti Hofstetter pada tahun 2001 beliau mengatakan bahawa multimedia merupakan penggunaan komputer yang bertujuan untuk menggabungkan unsur teks, grafik / citra, audio (suara), animasi dan video dengan links dan tools dimana menurut Hofstetter user atau pengguna dapat melakukan navigasi, interaksi, menciptakan objek dan berkomunikasi melalui multimedia tersebut.

Dan menurut ahli dalam negeri yaitu Suyanto (2003), multimedia sangat penting karena multimedia dapat dipakai sebagai alat untuk persaingan antarperusahaan, di masa yang akan datang menurut Suyanto, multimedia merupakan suatu keterampilan dasar yang sama pentingnya seperti membaca yang harus dimiliki oleh manusia.

Dalam proses pembuatan multimedia tidak lah mudah karena dalam pembuatannya multimedia diperlukan suatu kreasi yang tinggi, alat-alat berteknologi tinggi, kemampuan dalam berorganisasi dan berbisnis, pembuatan multimedia juga harus memerluakan keahlian dalam berkarya seni.

 

REFERENCES

1.    Binanto, Iwan, Multimedia Digital Dasar Teori + Pengembangannya, Yogyakarta: Penerbit Andi Yogyakarta, 2010.

2.    URL: http://amidestian.blogspot.com/2012/07/pengertian-multimedia-menurut-bahasa.html

3.    URL: http://www.scribd.com/doc/55381127/Pengertian-Multimedia

4.    URL: http://janiansyah.wordpress.com/2009/05/15/pengertian-multimedia/

5.    URL: http://www.docstoc.com/?doc_id=112743666&download=1

6.    URL: http://library.binus.ac.id/eColls/eThesis/Bab2/2011-1-00252-IF%20BAB%202.pdf

7.    URL: http://www.satriamultimedia.com/artikel_apa_itu_multimedia.html

8.    URL: http://sistem-multimedia.blogspot.com/2009/01/definisi-multimedia.html

9.    URL: http://nasa76.tripod.com/pengenalan_multi.htm

10.  URL: http://lokerkomputer.blogspot.com/2013/02/definisi-multimedia.html

KONSEP DASAR MULTIMEDIA

Setelah sebelumnya penulis menjelaskan tentang definisi dari multimedia, selanjutnya melalui artikel ini penulis akan menjelaskan tentang konsep dasar dari suatu multimedia. Konsep dasar multimedia menurut penulis tidak jauh dengan artikel pertama yaitu menjelaskan tentang definisi multimedia, macam-macam multimedia, elemen-elemen yang terdapat dalam multimedia dan kareakteristik dasar dari multimedia itu sendiri. Oleh karena itu pada artikel ini penulis hanya menjelaskan elemen-elemen dan karaskteristik dasar dari multimedia, sebab definisi dan macam-macam multimedia sudah dijelaskan sebelumnya pada artikel pertama yang berjudul “PENGERTIAN MULTIMEDIA”.

Elemen-elemen mendasar yang diperlukan dari suatu multimedia adalah sebagai berikut:

1. Objek-objek

Objek dibedakan menjadi dua buah bagian yaitu objek media diskrit (elemen tunggal) dan objek media kontinyu (elemen tunggal yang disusun berdasarkan oleh waktu). Yang termasuk kedalam bagian media diskrit adalah icon, grafik, citra, dan teks, sedangkan yang termasuk kedalam media kontinyu adalah gambar-gambar video (audio+video).

2. Layout Spasial

Elemen yang satu ini memiliki beberapa 3 bagian yaitu sebagai berikut:

  • Absolut

Absolut memiliki koordinat yang relatif sama dengan aslinya atau pada umumnya. Contohnya adalah aplikasi windows.

  • Relasi Berarah

Relasi berarah adalah menentukan susunan dalam ruang. Contohnya adalah peta-peta perjalanan.

  • Relasi topologi

Posisi elemen terhadap elemen-elemen lainnya.

  • Alur Teks

Alur berdimensi satu, yang ditunjukkan dengan area berdimensi dua.

3. Dimensi Temporer

Dalam dimensi temporer ini terdapat dua elemen yang menunjang multimedia yaitu model temporer dan animasi. Model temporer dibedakan dengan terbatas atau tidak terbatasnya suatu multimedia oleh waktu, dimensi temporer juga merelasi pararel dan sekuansial misalnya adalah dalam dua video dimulai secara bersamaan atau satu video dimulai setelah yang pertama selesai. Animasi adalah gabungan antara dimensi temporer dan layout spasial (posisi suatu objek berubah sesuai dengan waktunya).

4. Interaksi pemakai

Dalam interaksi pemakai terdapat tingkatan interaksi pemakai dan model interaksinya

  • Tingkatan interaksi pemakai

Ada beberapa tingkatan interaksi pemakai yaitu pasif (hanya visualisasi), reaktif (interaksi terbatas), proaktif (melalui jalur atau penyeleksian) dan reciprocal (informasi pembuatan pada pemakai).

  • Model Interaksi

Terdapat tiga buah model interaksi dalam sebuah interaksi pemakai,tiga buah model interaksi tersebut adalah navigasi (memilih jalur yang diinginkan oleh seorang pemakai), perancangan (pemakai dapat memodifikasi gaya visual dari presentasi), dan bioskop (pemakai dapat mengontrol waktu keseluruhan).

5. Logika Aplikasi

  • Presentasi multimedia tardisional tidak memerlukan logika aplikasi
  • Sistem interaktif real-time.
  • Logika aplikasi membutuhkan bahasa pemrograman.

Suatu sistem multimedia memiliki empat karakteristik dasar yang diungkapkan oleh seorang ahli bernama marshall (2001), ke-empat karakteristik dasar tersebut adalah sebagai berikut:

1. Multimedia merupakan sistem yang dikontrol oleh suatu komputer,

2. Multimedia merupakan sebuah sistem yang terintegrasi,

3. Informasi yang ditangani direpresentasikan secara digital, dan

4. antar muka pada media tampilan akhir biasanya bersifat interaktif.

 

REFERENCES

1.    Binanto, Iwan, Multimedia Digital Dasar Teori + Pengembangannya, Yogyakarta: Penerbit Andi Yogyakarta, 2010.

2.    URL: http://kostanprotonema.site88.net/Materi/MULTIMEDIA.doc

3.    URL: http://www.scribd.com/doc/37772325/Kuliah-2-KonsepDasarMultimedia

4.    URL: http://www.4shared.com/get/fqoodFPM/Konsep_dasar_multimedia.html

5.    URL: http://www.google.com/url?sa=t&rct=j&q=konsep%20dasar%20dari%20multimedia.pdf&source=web&cd=1&cad=rja&ved=0CC4QFjAA&url=http%3A%2F%2Fwww.topazart.info%2Fteks_teachingmat%2Fmultimedia%2Fmultimedia_05Trans01.pdf&ei=vYhFUe-DOsztrQfu64GIAQ&usg=AFQjCNH7mPFe1ncK8tdQGI9khZY0vopuBQ&bvm=bv.43828540,d.bmk

6.    URL: http://cokyfauzialfi.wordpress.com/about/about-my-class/multimedia/4/

7.    URL: http://stmemey.blogspot.com/2012/04/normal-0-false-false-false-in-x-none-x.html

8.    URL: http://mzarkasi.blogspot.com/2012/09/konsep-dasar-multimedia.html

9.    URL: http://id.wikipedia.org/wiki/Multimedia

10.  URL: http://www.scribd.com/document_downloads/direct/54490461?extension=pptx&ft=1363749506&lt=1363753116&user_id=77146165&uahk=ofRmbbgdsKATvRh197Qgb2ouKew